<< Kembali ke Peta Indonesia << Kembali ke Rumah Nasional << Kembali ke Peta NTT << Kembali ke Rumah Provinsi NTT

Pelayanan Primer di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pada sistem transformasi kesehatan, fokus utama pilar ini adalah memperkuat layanan kesehatan primer di masyarakat, termasuk Posyandu dan Puskesmas, untuk pencegahan dan deteksi dini stunting. Posyandu dan Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer menjadi garda depan dalam pencegahan stunting. Kader kesehatan dan bidan dapat memberikan pemantauan pertumbuhan secara berkala, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, serta edukasi terkait 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, perlu adanya upaya untuk memperluas akses layanan kesehatan primer seperti Posyandu untuk pemantauan rutin pertumbuhan balita dan pemberian edukasi tentang nutrisi kepada ibu hamil dan ibu menyusui.

Ketersediaan Puskesmas Tahun 2020 di NTT sebanyak 418 unit yang terdiri dari puskesmas Rawat Inap 197 unit dan Non Rawat Inap 221 unit.Tahun 2021 jumlah Puskesmas sebanyak 428 unit yang terdiri dari puskesmas Rawat Inap sebanyak 198 unit dan puskesmas Non Rawat Inap 230 unit dan Tahun 2022 terdiri dari 436 unit yang terdiri dari puskesmas Rawat Inap 173 dan Non Rawat Inap 263 unit.

Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, beberapa Puskesmas non Rawat Inap ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Rawat Inap. Lokasi Puskesmas Rawat Inap ini ditempatkan di daerah yang jauh dari rumah sakit, di jalur-jalur jalan raya yang rawan kecelakaan, serta di wilayah atau pulau-pulau yang terpencil.

Sedangkan untuk jumlah posyandu di NTT adalah sebagai berikut:

Jumlah posyandu menurut strata di NTT

Selengkapnya