<< Kembali ke Peta << Kembali ke Gambar Rumah

Program Pelayanan Primer

Pada sistem transformasi kesehatan, fokus utama pilar ini adalah memperkuat layanan kesehatan primer di masyarakat, termasuk Posyandu dan Puskesmas, untuk pencegahan dan deteksi dini stunting. Posyandu dan Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer menjadi garda depan dalam pencegahan stunting. Kader kesehatan dan bidan dapat memberikan pemantauan pertumbuhan secara berkala, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, serta edukasi terkait 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, perlu adanya upaya untuk memperluas akses layanan kesehatan primer seperti Posyandu untuk pemantauan rutin pertumbuhan balita dan pemberian edukasi tentang nutrisi kepada ibu hamil dan ibu menyusui.

Kegiatan yang dapat dilakukan di Posyandu meliputi:

  • Pemantauan Pertumbuhan Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak dilakukan rutin setiap bulan untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi stunting secara dini. Selain itu, data pertumbuhan dicatat dalam KMS dan digunakan untuk memantau status gizi anak.
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

    Distribusi makanan tambahan untuk anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda stunting. Selain itu, memberikan suplementasi vitamin dan mineral, seperti vitamin A, zat besi, dan zinc, untuk meningkatkan status gizi anak.

  • Penyuluhan dan Edukasi

    Memberikan informasi tentang pentingnya ASI, MP-ASI yang tepat, dan pola makan seimbang. Mengedukasi tentang pentingnya kebersihan dan sanitasi untuk mencegah penyakit infeksi yang dapat menyebabkan stunting.

  • Konseling Gizi

    Menyelenggarakan sesi konseling gizi bagi ibu dan pengasuh anak untuk mendukung praktik pemberian makan yang baik.

  • Kerjasama dengan Kader dan Masyarakat

    Kader kesehatan berperan aktif dalam pemantauan, edukasi, dan pemberian makanan tambahan di komunitas. Menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan stunting melalui kegiatan di Posyandu.

Kegiatan yang dapat dilakukan di Puskesmas meliputi:

  • Penilaian dan Pemantauan Status Gizi

    Anak-anak secara rutin ditimbang dan diukur tinggi badannya untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi stunting. Data pertumbuhan dicatat dan dianalisis untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko.

  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

    Memberikan suplementasi vitamin dan mineral, seperti vitamin A, zat besi, dan zinc, untuk meningkatkan status gizi anak. Khusus untuk anak-anak dengan wasting berat, diberikan makanan terapeutik siap pakai (RUTF) atau formula gizi tinggi.

  • Edukasi dan Konseling Gizi

    Memberikan informasi kepada orang tua tentang pentingnya gizi seimbang, ASI eksklusif, dan MP-ASI yang tepat. Sesi konseling gizi untuk ibu atau pengasuh anak mengenai cara menyusun makanan yang bergizi dan merawat anak dengan baik.

  • Pelatihan Kader Kesehatan

    Kader kesehatan dilatih untuk mengenali tanda-tanda stunting untuk memberikan intervensi awal serta edukasi kepada masyarakat.

Dengan mengimplementasikan strategi-strategi ini secara efektif dan berkelanjutan, diharapkan prevalensi stunting pada anak dapat berkurang secara signifikan, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat.

Sumber:

Kementerian Kesehatan RI. Program Pencegahan Stunting

Kementerian Kesehatan RI. Mengenal Apa Itu Stunting. 2022. 

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.