<< Kembali ke Peta << Kembali ke Gambar Rumah
| Sistem Informasi |
Penanganan stunting memerlukan sistem informasi yang efisien untuk memantau, menganalisis, dan mengkoordinasikan intervensi. Di Indonesia, beberapa sistem informasi digunakan untuk mendukung upaya ini seperti:
1. e-PPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat)
Digunakan untuk mencatat dan melaporkan status gizi anak balita secara real-time di tingkat puskesmas dan posyandu. Data yang dikumpulkan mencakup berat badan, tinggi badan, serta hasil pengukuran antropometri lainnya. e-PPGBM mempermudah tenaga kesehatan dalam memantau pertumbuhan anak, mendeteksi dini masalah gizi, dan melakukan intervensi yang diperlukan. Selengkapnya
2. SIGIZI (Sistem Informasi Gizi Terpadu)
Digunakan untuk mengintegrasikan data gizi dari berbagai sumber, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan posyandu, untuk memantau status gizi masyarakat secara komprehensif. SIGIZI Terpadu membantu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program gizi, termasuk penanganan stunting. Selengkapnya
3. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI)
Dilakukan secara berkala untuk mengukur prevalensi stunting serta efektivitas program yang berjalan.
SKI : https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Riskesdas : https://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/3514/1/Laporan%20Riskesdas%202018%20Nasional.pdf
SSGI : https://layanandata.kemkes.go.id/katalog-data/ssgi/ketersediaan-data/ssgi-2022
