<< Kembali ke Peta Indonesia << Kembali ke Rumah Nasional << Kembali ke Peta NTT << Kembali ke Rumah Kab. TTS

 
Situasi Stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan

Data mengenai angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menunjukkan tren yang masih memprihatinkan, meskipun upaya penurunan telah dilakukan. Berdasarkan data terbaru yang dapat diakses, angka prevalensi stunting di TTS pada tahun 2021, 2022 dan 2023 tercatat jumlah balita stuntung, 5204, 5208 dan 4555 balita secara berturut-turut. Persentase mengalami penurunan 1% setiap tahunnya yakni 2021, 2022 dan 2023 yakni 25%, 24% dan 23% berturut-turut. Tren ini menunjukkan bahwa upaya penurunan masih menghadapi tantangan yang cukup besar, mengingat target nasional pada 2024 adalah menurunkan stunting hingga 14%. https://satudatasektoral.nttprov.go.id/ https://ntt.bps.go.id

Sebaran data per 2021, 2022 dan 2023 anak Pendek, Sangat Pendek dan Stunting menunjukkan trend penurunan. Anak sangat pendek 9,78%, 8,88% dan 7,76%; anak pendek 22,28%, 19,42% dan 14,52%, anak stunting 32,06%, 28,30% dan 22,28% secara berturut-turut. Gambar 5. Sebaran Data anak sangat pendek, pendek, normal, tinggi dan stunting Tahun 2021-2023.

Sumber; BPS TTS dan NTT.

Bappeda TTS dalam upaya menurunkan angka stunting telah menetapkan 22 desa dengan prevalensi stunting tertinggi dan memiliki faktor resiko signifikan.

Gambar 6. Lokus Desa Stunting Kabupaten TTS. Sumber Bappeda TTS.