<< Kembali ke Peta Indonesia << Kembali ke Rumah Nasional << Kembali ke Peta NTT << Kembali ke Rumah Provinsi NTT

Situasi Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia telah turun menjadi 21,6%, dibandingkan dengan 24,4% pada tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan untuk menurunkan angka ini hingga 14% pada 2024. Strategi yang digunakan termasuk intervensi gizi spesifik pada ibu sebelum dan selama kehamilan, serta pada anak-anak hingga usia 2 tahun. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), angka stunting juga mengalami penurunan, tetapi masih lebih tinggi dari rata-rata nasional. Pada awal 2023, prevalensi stunting di NTT berdasarkan data aplikasi e-PPGBM adalah 15,7%, lebih rendah dibandingkan 17,7% pada tahun 2022. Namun, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka yang lebih tinggi untuk NTT, yaitu sekitar 35,4% pada tahun 2022.( https://kemkes.go.id/ )

Gambar 4. Prevalensi Stunting di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sumber BPS NTT

 

Jumlah Balita Stunting Tahun 2019-2024

Tahun Jumlah Balita 0-59 Bulan yang Diukur Tinggi Badan Balita Stunting %
2019 306.298 92.110 30,1
2020 374.524 89092 23,9
2021 388.726 81354 20,9
2022
2023
2024 430.183 (Jumlah Balita ditemukan EPPGBM) 69329 16,12
379.270 (Jumlah Balita diukur EPPGBM) 69,329 18,28